Ternyata Minum Teh Bisa Bikin Awet Muda dan Panjang Umur, Ini Faktanya!

20 Februari 2025

Dari zaman kuno, teh termasuk minuman terpopuler ke 2 di dunia setelah air putih. Tidak hanya menghidrasi, teh juga mengandung antioksidan dan senyawa yang meningkatkan kesehatan yang luar biasa. Minuman ini tekenal karena efeknya yang menenangkan, rasa yang kuat, dan bebas kalori serta kaya akan antioksidan. Teh membantu untuk menurunkan resiko stroke, memperbaiki kadar kolestrol dan tekanan darah. Selain itu teh meningkatkan fungsi kekebalan pada tubuh.

Jadi, apakah meminum teh secangkir begitu berkhasiat? Inilah yang terjadi pada tubuh anda saat meminum teh.

 

Teh Membantu fokus dan menghilangkan stres

Teh, dapat menjadi penambah semangat yang efektif, berkat kombinasi kafein dan L-theanine. Kafein dan L-theanine meningkatkan kewaspadaan tanpa rasa gelisah tanpa rasa gelisah yang terkait dengan kopi. Hal ini memberikan energi yang stabil untuk jangka waktu yang lebih lama.

 

L-theanine ialah asam amino non-protein yang Ditemukan hampir secara eksklusif dalam teh yang berfungsi meningkatkan relaksasi dan meningkatkan kinerja kognitif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa L-theanine, meningkatkan konsentrasi, daya ingat,  melindungi terhadap penyakit kronis, dan membantu mengatasi stres.

 

Beberapa penelitian menunujukkanbahwa teh juga mengandung GABA (asam gamma-aminobutyric), yang berkontribusi untuk menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan. Selain itu, aroma teh memiliki efek menenangkan misalnya, teh bunga seperti kamonil terkenal dapat membantu relaksasi sedangkan teh papermin meningkatkan kewaspadaan.

 

Menunjang Hidrasi Tubuh

 Walaupun teh mengandung kafein yang bersifat diuretik, efeknya sangat ringan dan tetap membantu tubuh tetap terhidrasi. Hidrasi yang baik sangat penting unuk menjaga fungsi jantung, otot, sendi, pencernaan, dan kinerja otak.

Proses hidrasi ini juga membantu tubuh membuang racun dan menyeimbangkan kadar garam dalam tubuh.

 

Kaya Antioksidan dan Melawan Penyakit

Teh mengandung flavonoid, terutama katekin yang ditemukan dalam jumlah tinggi di teh hijau. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas, mengurangi peradangan, serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker.

Teh hijau memiliki empat jenis katekin utama:

  • Epikatekin (EC)
  • Epigallocatechin (EGC)
  • Epikatekin galat (ECG)
  • Epigallocatechin galat (EGCG)

EGCG adalah yang paling kuat dan telah terbukti dalam penelitian dapat membantu mengatur kadar gula darah, mengurangi lemak perut serta meningkatkan pembakaran lemak selama olahraga.

Meskipun fermentasi dalam teh hitam mengurangi kadar katekin, teh ini tetap memiliki antioksidan unik seperti theaflavin dan thearubigin, yang tetap bermanfaat bagi kesehatan jantung dan kekebalan pada tubuh.

 

Menjaga Kesehatan Usus

Senyawa dalam teh juga berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus dengan mendorong pertumbuhan bakteri baik. Hal ini sangat penting karena kesehatan usus dapat memengaruhi sistem pencernaan, metabolisme, serta kekebalan tubuh secara keseluruhan.

 

 

 

Artikel Terkait

Leave a Comment